Kamis, 26 April 2012

Misteri Villa Tua



“aduh aku lupa, Pak Dwiki menyuruhku mengumpulkan artikel tentang bangunan tua 2 hari lagi. Aduh Deadline nih” kata Irha. Irha adalah fotografer sekaligus jurnalis pada salah satu perusahaan majalah remaja di Ibukota.
“aduh rha, tenanglah aku tau dimana tempat bangunan tua yang menarik untuk tulisanmu, dan aku tau sedikit tentang bangunan itu” kata Ardi, salah satu teman Irha yang juga fotografer an jurnalis majalah remaja.
“benar kau tau ?” tanyanya pada Ardi.
“ya benarlah, untuk apa aku bohong padamu, sudahlah nanti ku bantu”.
“baiklah kalau begitu besok kita kesana untuk mencari tau tentang bangunan tua itu, terima kasih atas bantuanmu”
******
“Di, ayo berangkat sekarang” ajaknya.
“oh, baiklah ayo berangkat”.
Pagi ini Ardi dan Irha akan pergi ke bangunan yang umurnya tak muda lagi. Bangunan itu terkenal angker. Setiba di pelataran bangunan angker itu, Ardi memrkir mobilnya. Sebelum masuk ke bangunan itu Irha mengambil gambar bangunan tua itu dengan kamera SLR-nya. Setelah memootretnya Irha melihat gambar pada kameranya, di sana terdapat bayangan di balik pilar bangunan yang lumayan besar dan angker itu. Setelah melihat gambar itu, Irha melihat ke balik pilar bangunan itu tetapi tak ada apa-apa. Irha menjadi takut. Irha langsung berlari ke Ardi yang sudah memasuki ruang tamu bangunan itu terlebih dahulu.
“ternyata, bangunan ini adalah sebuah Villa milik keluarga Bapak Santoso” kata Ardi seteah melihat bingkai foto keluarga yang terdapat tulisan Keluarga Besar Santoso di bawah bingkai itu.
******
       Sambil mengikuti Ardi dari belakang. Irha memotret-motret bagian Villa tua ini. Sialnya lagi dalam gambar tersebut ada bayangan yang tampak seperti pada gambar pertama, bedanya bayangan ini terdapat di balik pintu. Setelah di tengok ke balik pintu, ternyata disana juga tak ada apapun. Irha jadi semakin takut, bulu kuduknya berdiri, ia merinding setelah melewati sebuah kamar yang lumayan besar, mungkin ini kamar utama, pikirnya. Ardi yang terus berjalan sambil membawa handycam miliknya tak merasakan ada yang aneh dari Villa ini.
“Ardi apa kau tak merasakan ada yang aneh dengan Villa ini ?” tanyanya pada Ardi.
“tidak, aku tak merasakan apapun, memang kau merasakan apa ?” Tanya Ardi.
Aku merasa telah terjadi peristiwa yang mengenaskan di Villa ini” katanya.
“peristiwa apa itu ?”
“entah apa yang telah terjadi di Villa ini”.
       Mereka berdua terus berjalan menyusuri setiap sudut ruangan. Saat mereka berada di suatu ruangan, ruangan itu besar sekali. Perabotannya tertutup dengan kain berwarna putih yang sudah pudar dan tlah berdebu. Sekelebat mereka melihat bayangan yang berlalu sangat cepat layaknya angin yang berhembus, mereka merasakam kalau bulu kuduk mereka sudah berdiri tegak.
******
       “apa itu tadi ?” Tanya Irha gemetar.
“aku juga tak tahu”
Saat mereka masih tertegun karena peristiwa tadi, mereka tak sadar bahwa di belakang mereka ada yang melihat gerak-gerik mereka sejak pertama mereka datang.
“siapa kalian dan sedang apa disini ?” Tanya orang misterius itu.
Irha dan Ardi melonjak kaget setelah mendengar suara itu. Sebenarnya mereka takut untuk membalikkan badan mereka, tetapi mereka memberanikan diri. Setelah membalikkan badan, mereka menghela napas lega karena yang mereka lihat adalah bapak-bapak yang umurnya sekitar 50 tahunan.
“aku piker tadi setan, ternyata bapak-bapak” bisiknya pada Ardi.
“hush, ngawur kamu kalo bicara” balas Ardi.
“oh perkenalkan saya Ardi dan ini teman saya Irha. Kami jurnalis majalah remaja, maaf bapak ini siapa ?”.
“saya Indra penjaga Villa ini, apa tujuan kalian datang kemari ?”
“kami sedang menulis artikel tentanng Villa ini untuk majah kami, boleh kami berbincang-bincang dengan bapak ?”
“mari ikut saya, kita berbincang bincang di sana!” ajak penjaga Villa itu.
       Setelah lama berbincang-bincang mereka baru mengetahui bahwa bayangan hitam yang dilihat oleh Irha adalah Pak Indra yang mengawasi mereke sejak mereka datang. Lalu apa yang seperti angin tadi, apakah itu juga Pak Indra ?, kalau itu memang penghuni Villa ini yang sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena dibunuh oleh audaranya sendiri di kamar utama Villa ini. Setelah membunuh ia meninggal Villa dan saat akan berbelok ia tertabrak oleh sebuah bis pariwisata. Mereka tidak akan mengganggu jika tak diganggu, mereka hanya ingin tahu siapa yang mengunjungi Villa mereka. Ternyata benar firasat Irha, telah terjadi peristiwa mengenaskan di Villa ini.
******
       Akhirnya setelah mereka mendapatkan informasi tentang Villa tua milik Keluarga Santoso dan sudah mendapatkan banyak gambar Villa tua itu, mereka kembali ke kantor untuk mengerjakan artikel Villa tua itu. 2 hari kemudian, artikel itu telah dimuat dalam majalah remaja di Ibukota. Ternyata Pak Dwiki, atasan Ardi dan Irha sangat menyukai artikel mereka. Ardi dan Irha mendapatkan bonus dari artikel mereka.

* SEMOGA MENARIK *